Hotline : +62-21-4759234; +62-21-47881870; +62-21-22861770

PT. Amarta Multi Sinergy
Investment & Trade Consultant

Jasa Konstruksi TERINTEGRASI

Usaha Jasa Konstruksi TERINTEGRASI adalah badan usaha yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang perencana, pelaksana dan pengawas konstruksi yang dilakukan secara terintegrasi meliputi;
Rancang Bangun (design and build), perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan terima jadi yaitu EPC (engineering, procurement and construction), penyelenggaraan pekerjaan terima jadi (turn-key project), dan/atau penyelenggaraan pekerjaan berbasis kinerja (performance bases).



Kegiatan Usaha Jasa Konstruksi TERINTEGRASI ini dilakukan oleh :


  1. Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional (BUJK Nasional), 
  2. Badan Usaha Jasa Konstruksi Penanaman Modal Asing (BUJK PMA), atau 
  3. Badan Usaha Jasa Konstruksi Asing (BUJKA)


Registrasi Usaha Jasa Konstruksi TERINTEGRASI sesuai dengan Peraturan LPJKN No. 05 Tahun 2014




KUALIFIKASI Perusahaan


KLASIFIKASI Usaha


  • Kualifikasi besar B1, dan
  • Kualifikasi besar B2
  • Untuk BUJKN dapat memiliki Kualifikasi B1 dan B2

    Untuk BUJKA & BUJK PMA hanya memiliki Kualifikasi B2



    Klasifikasi bidang usaha jasa konstruksi terintegrasi  terdiri dari;


    1. Jasa terintegrasi untuk infrastruktur transportasi
    2. Jasa terintegrasi untuk konstruksi penyaluran air dan                    pekerjaan sanitasi
    3. Jasa terintegrasi untuk konstruksi manufaktur, dan
    4. Jasa terintegrasi untuk konstruksi fasilitas minyak dan gas



    Masuk Keanggotaan ASOSIASI Perusahaan


    Perusahaan Jasa Konstruksi di Indonesia baik sebagai PELAKSANA Konstruksi ataupun sebagai PERENCANA & PENGAWAS Konstruksi wajib masuk sebagai Anggota Asosiasi Perusahaan Jasa Konstruksi yang telah di AKREDITASI oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Anda berhak menentukan masuk Keanggotaan Asosiasi Perusahaan mana yang sesuai dengan perusahaan anda disesuaikan dengan Daftar Asosiasi yang telah TERDAFTAR di LPJK.NET.




    Syarat Umum Masuk Keanggotaan ASOSIASI Perusahaan Konstruksi

    1. Copy Akta Pendirian dan perubahannya
    2. Copy Pengesahan UU No. 40 Tahun 2007 dari Menteri Kehakiman dan HAM RI (SK Menteri)
    3. Copy Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) yang masih berlaku
    4. Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perusahaan
    5. Copy Surat Keterangan Pengusaha Kena Pajak (SK-PKP)
    6. Copy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
    7. Copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Perusahaan
    8. Copy Identitas seluruh pemegang saham perusahaan yaitu copy KTP untuk WNI dan Passport untuk WNA
    9. Copy Identitas direksi/pengurus perusahaan yaitu copy KTP untuk WNI dan Passport untuk WNA
    10. Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pengurus dan pemegang saham perusahaan
    11. Copy Neraca L/R atau laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik 2 tahun terakhir
    12. Pas photo pimpinan perusahaan/Direktur utama 3x4 = 4 lembar




    Persyaratan SBU untuk Jasa Konstruksi TERINTEGRASI


    1. Dilihat dari jumlah kekayaan bersih yang harus dimiliki :

    Untuk Kualifikasi B1, memiliki kekayaan bersih paling sedikit Rp.10.000.000.000.,- (sepuluh milyar rupiah); dan 
    Untuk Kualifikasi B2, memiliki kekayaan bersih paling sedikit Rp. 50. 000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah).

    2. Dilihat dari pengalaman melaksanakan pekerjaan konstruksi :

    Kualifikasi B1, memiliki pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan total nilai kumulatif perolehan sekarang paling sedikit Rp 50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun atau memiliki nilai pengalaman tertinggi Rp. 16.600.000.000,- (enam belas milyar enam ratus juta rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun; dan

    Kualifikasi B2, memiliki pengalaman melaksanakan dengan total nilai kumulatif perolehan sekarang paling sedikit Rp 250.000.000.000,- (dua ratus lima puluh milyar rupiah) yang diperoleh dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun atau memiliki nilai pengalaman tertinggi Rp. 83.330.000.000,- (delapan puluh tiga milyar tiga ratus tiga puluh rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun.

    3. Dilihat dari jumlah Tenaga Ahli yang dipersyaratkan :

    Memiliki minimal Sertifikat Keahlian Ahli Madya yang ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT) dan Penanggung Jawab Klasifikasi (PJK). 
    Kualifikasi B1 harus memiliki 5 orang Tenaga Ahli SKA Ahli Madya
    Kualfikasi B2 harus memiliki 1 orang Tenaga Ahli SKA Ahli Utama (sbg PJT) dan 4 orang Tenaga Ahli SKA Ahli Madya (sbg PJK)

    4. Dilihat dari syarat Administrasi yang harus dilengkapi :

    Melampirkan copy Akta pendirian hingga perubahannya, SK Menteri Kehakiman dan seluruh legalitas perusahaan hingga Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Identitas para pemegang saham seperti copy KTP atau Passport, Kartu Keluarga, KITAS, NPWP Pribadi Direktur, NPWP Badan Usaha, bukti Audit Laporan Keuangan yang telah di audit oleh Akuntan Publik, bukti laporan pembayaran pajak bulanan & tahunan, pengalaman kerja perusahaan seperti SPK yang dilengkapi dengan faktur pajak dan BAST. 



    REGISTRASI - Izin Usaha Jasa Konstruksi TERINTEGRASI

    Setelah perusahaan melakukan langkah2 tersebut diatas, artinya perusahaan telah memiliki :


    1. Asli Sertifikat Tenaga Ahli, yaitu SKA

    2. Asli KTA Asosiasi

    3. Asli SBU dengan sub bidang yang telah dipilih dan di setujui oleh LPJKN


    Maka, asli sertifikat tersebut dipersiapkan untuk di submit ke Walikota setempat beserta persyaratan lainnya guna mengajukan Pengeluaran Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK).









    Hal UTAMA yang perlu diperhatikan dalam pengajuan IUJK adalah sbb :


    1. Domisili perusahaan wajib di wilayah yang bertata kota                 BISNIS AREA dengan bertempat usaha di Gedung                       Perkantoran,  Ruko, Rukan, Gedung Kantor miliki sendiri yang     dapat dibuktikan dengan melampirkan copy PBB dan IMB.

    2. Memiliki Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Dan         Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL)  & UUG

    3. Memiliki BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan