Hotline : +62-21-4759234; +62-21-47881870; +62-21-22861770

PT. Amarta Multi Sinergy
Investment & Trade Consultant

Peluang Investasi Migas di Indonesia

Sejak zaman dahulu, Indonesia telah menjadi salah satu negara tujuan investasi di bidang minyak dan gas bumi yang banyak diminati. Potensi kekayaan alam yang ada menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Untuk menggairahkan iklim investasi, Pemerintah Indonesia membuat kebijakan dan strategi perencanaan energi yang tepat.  Berbagai kemudahan dan insentif dikeluarkan agar dapat menarik investor lokal maupun asing untuk menanamkan modalnya di usaha Hulu Migas Indonesia.


Industri Migas adalah industri yang bersifat padat modal dan melibatkan banyak sekali pekerjaan untuk penyediaan barang maupun jasa. Pada kegiatan hulu, peluang bisnis yang timbul adalah sebagai pelaku kontrak kerjasama migas atau CBM (Coal Bed Methane) baik untuk lapangan baru maupun lapangan marginal / mature. Selain itu juga terbuka kesempatan untuk turut mengembangkan lapangan yang sudah berproduksi melalui teknologi pengangkatan buatan (EOR) atau turut serta dalam pengelolaan sumur tua.


Di sektor hilir, peluang bisnis muncul pada setiap kegiatan usaha hilir yaitu pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga. Dengan melihat kebutuhan energi nasional yang terus tumbuh tentu memerlukan prasarana baru untuk memenuhinya seperti pembangunan kilang baru atau upgrading, pembangunan pipa gas, sarana pengangkutan dan penyimpanan sampai dengan penjualan melalui SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) atau pengisian gas yang sekarang ini marak.



Peluang Investasi pada Infrastruktur Migas


Kebutuhan akan bahan bakar minyak dan gas bumi dalam negeri membutuhkan tersedianya fasilitas pengolahan migas yang cukup memadai, baik dari segi kapasitas maupun produksi. Selain fasilitas pengolahan dibutuhkan juga fasilitas penyimpanan, pegangkutan (truk, tanker dll) dan niaga (SPBU, SPBE). Untuk hal ini tentunya pembangunan infrastruktur untuk penyedia fasilitas-fasilitas tersebut sangat dibutuhkan, maka kesempatan bagi para penyedia infrastruktur swasta masih sangat terbuka luas. 



Peluang Investasi di sektor Pengangkutan, Penyimpanan & Niaga

Usaha pengangkutan hilir migas selama ini meliputi usaha pengangkutan BBM dan usaha pengangkutan gas (LPG, Gas Pipa dan CNG).

Usaha penyimpanan BBM maupun gas (LPG, LNG) di Indonesia telah melibatkan peran swasta dan badan usaha milik negara dalam pembangunannya, guna mendukung kecukupan suplai kebutuhan BBM maupun gas di tiap wilayah. 

Usaha kegiatan niaga migas meliputi kegiatan impor BBM, ekspor produk kilang maupun penjualan produk kilang ke konsumen domestik. Kegiatan tersebut bisa dilakukan dalam bentuk usaha niaga dengan aset maupun tanpa aset (trader). Bentuk usaha serupa juga dapat berlaku dalam pengusahaan gas bumi yang terkait dengan kegiatan ekspor LNG maupun impor LNG yang dilakukan oleh trader. Sedangkan penjualan gas bumi ke konsumen melalui pipa maupun bejana khusus (dalam bentuk tabung) dapat dilakukan oleh usaha niaga umum. Badan usaha yang memiliki izin usaha niaga dapat melakukan kegiatan pengangkutan dan atau penyimpanan sebagai penunjang usaha niaganya sepanjang tidak ada transaksi usaha pada rangkaian kegiatan usaha niaganya.



Peluang Investasi Pada Bidang Usaha 

Penunjang Migas

Dengan meningkatnya kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi membawa dampak terhadap kegiatan usaha penunjang migas dengan memaksimalkan potensi nasional. Peluang bisnis bagi usaha penunjang migas berkaitan dengan usaha-usaha pencarian cadangan migas, peningkatan produksi migas di bidang usaha hulu migas dan usaha-usaha peningkatan pelayanan melalui pengembangan jenis dan kapasitas fasilitas penyaluran produk migas di bidang usaha hilir migas.


Peranan usaha penunjang meliputi Jasa Konstruksi atau NON-Konstruksi dan Industri Penunjang (material dan peralatan migas). Untuk Jasa Konstruksi terutama dibutuhkan dalam pembangunan platform mengingat kedepannya eksplorasi mengarah ke laut. Sedangkan Jasa NON-Konstruksi banyak dibutuhkan mulai dari jasa survei seismik sampai dengan pelatihan.


Industri Penunjang juga sangat dibutuhkan dalam menunjang efetifitas eksplorasi dan eksploitasi. Industri pipa, casing dan tubing, wellhead dan bahan kimia merupakan produk unggulan dan terbesar yang dibutuhkan oleh sektor hulu.



Investasi di Sektor Penyedia Pipa Transmisi / Distribusi

Peluang investasi di bidang penyediaan infrastruktur gas bumi adalah peluang yang banyak di cari oleh para pebisnis Indonesia dan dunia. Saat ini Indonesia sedang memerlukan pemasok jaringan pipa gas. Ketersediaan jaringan pipa gas sangat diperlukan untuk menunjang proses transmisi dan distribusi Gas Bumi. 

Sasaran pemerintah dalam jangka pendek untuk jaringan transmisi dan distribusi, termasuk juga jaringan gas kota adalah penyempurnaan dan pemutahiran Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Wilayah Distribusi Gas Bumi Nasional dengan mengacu pada ketersediaan pasokan dan kebutuhan pasar yang terintegrasi. Selain mengintegrasikan Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional, pemerintah juga merencanakan tersedianya jaringan gas kota.